
LIMA siswa berprestasi SMK Tri Tunggal 45, Azdi, Aviandi Putra, Mujahiddin, Indra Jaya dan Irdan berpose bersama guru dan Kepala sekolahnya, Akhiruddin, MSc (Baju putih) saat berkunjung ke Berita Kota.
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tri Tunggal 45 adalah salah satu sekolah kejuruan yang memiliki mutu pendidikan yang cukup bagus. Itu terlihat dari sejumlah prestasi siswanya yang diraih selama ini.
Ada beberapa prestasi yang diraihnya diantaranya adalah, juara satu Lomba Keterampilan Siswa (LKS) bidang Teknologi Informasi tingkat Sulsel tahun 2003 dan mewakili Sulsel LKS ke tingkat Nasional, Juara dua Cerdas cermat, lomba poster dan mading, dan baru-baru ini tim Futsal SMK Tri Tunggal juara satu kompetisi Futsal antar SMA se Makassar yang diadakan SMA 8. Tahun ini pula SMK Tri Tunggal 45 yang berkampus di gedung Juang 45 kembali akan mewakili Sulsel mengikuti LKS bidang Teknologi Industri (TI) tingkat Nasional.
Prestasi siswa SMK Tri Tunggal tidak hanya ditingkat lokal, propinsi ataupun ditingkat Nasional, tetapi, mereka juga memiliki prestasi ditingkat Internasional.
Kepala SMK Tri Tunggal 45, Akhiruddin, MSc mengatakan, tahun ini siswanya kembali akan mewakili Sulsel untuk mengikuti LKS tingkat Nasional yang diadakan di Jakarta. "Prestasi yang kita raih ini merupakan salah satu keberhasilan pembinaan pengembangan diri siswa di sekolah. Untuk saat ini, ada empat organisasi kegiatan Ekstrakokurikuler yang kita kembangkan di sekolah, yaitu Pramuka, Paskibraka, Futsal dan Lemkari. Keempat organisasi ini masing-masing memiliki presasi yang cukup membanggakan," ujarnya.
Mutu pendidikan SMK Tri Tunggal 45 tidak kalah dengan sekolah unggulan lainnya. Konsep pembelajaran di sekolah itu tetap mengacu pada kurikulum tahun 2004. Namun, kurikulum tersebut masih perlu disikapi, disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan industri yang ada.
"Kita tidak serta merta langsung menerapkan kurikulum dari pusat. Kita juga harus melihat kondisi dan kebutuhan, permintaan industri seprti apa. Materi pembelajaran di sekolah, 70 persen praktek, 30 persen teori," kata Akhiruddin.